Pages

Monday, March 17, 2014

Analisi HYSYS : Perubahan Discharge Kompresor

I. Analisis Perubahan Tekanan Discharge Kompresor
Peningkatan tekanan pada discharge kompresor menyebabkan kenaikan temperature pada stream inlet kondenser. Hal ini dikarenakan kenaikan tekanan pada discharge mengakibatkan kenaikan jumlah massa refrigerant yang harus dikompresikan oleh kompresor seluruh system. Dengan kata lain beban kerja kompresor menjadi bertambah besar sehingga temperature discharge kompresor meningkat. Selanjutnya kenaikan temperature pada discharge kompresor menyebabkan kenaikan temperature inlet pada condenser. Naiknya temperature pada condenser akhirnya mempengaruhi temperature pada evaporator yang kemundian juga naik. Berubahnya nilai temperature evaporator mengakibatkan perubahan terhadap besarnya kalor yang diserap oleh evaporator dari condenser. Kapasitas refrigerasi merupakan fungsi dari aliran masa dan efek refrigerasi. Tetapi kenaikan besarnya kapasitas refrigerasi ternyata lebih dipengaruhi oleh laju aliran massa.            
Diagram diatas adalah ilustrasi dari perbandingan perbedaan tekanan dengan asumsi pressure drop neglected, fase refrigerant yang keluar dari condenser telah berfase cair. Jika digambarkan pada PH diagram dapat terlihat jika semakin rendah nilai tekanan maka efek refrigerasi semakin besar. Beberapa plotting pada beberapa siklus refrigerasi pada PH diagram menunjukkan beberapa hal diantaranya semakin rendahnya tekanan maka efek refrigerasi (A) yang dapat dihasilkan pun semakin besar; temperature discharge, condenser dan suction pun mengalami penurunan. Sedangkan untuk kerja kompresor (B) dapat terlihat bahwa semakin rendah tekanannya semakin besar nilai kerja kompresor yang dibutuhkan. Dengan menurunnya tekanan maka garis A akan semakin panjang atau efek refrigerasi semakin besar naming diikuti dengan garis B yang semakin melebat ke kanan atau kerja kompresor yang semakin besar. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semakin tingginya nilai tekanan discharge pada kompresor menyebabkan besarnya duty kompresor yang semakin naik. Besarnya duty kompresor tersebut berpengaruh terhadap power yang harus di supply untuk dapat melakukan siklus refrigerasi dalam pendinginan dan pencairan gas alam. Semakin besarnya tekanan tapi menghasilkan produk dengan jumlah yang sama menyebabkan proses berjalan tidak efisien. Dimana input dan output yang didapatkan tidak sebanding. Sebaliknya jika tekanan pada discharge kompresor terlalu kecil akan menyebabkan temperature cross. Dimana refrigerant yang seharusnya temperaturenya lebih rendah menjadi lebih tinggi sehingga tidak bisa melakukan fungsinya sebagai pendingin. Sehingga diperlukan beberapa kali percobaan input data tekanan discharge kompresor untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi dan tidak terjadi temperature cross untuk menentukan tekanan yang beroperasi secara optimum dalam proses pendinginan dan pencairan gas alam melalui simulasi hysys.                
II. Analisa COP
COP merupakan fungsi dari kapasitas refrigerasi dan kerja kompresor. Sedangkan kerja kompresor sendiri dipengaruhi oleh tekanan discharge kompresor. Semakin besar tekanan discharge kompresor maka kerja kompresor akan semakin besar. Semakin besar kerja kompresor maka nilai COP akan semakin kecil. Jika definisi COP adalah efek pendinginan yang termanfaatkan dibandingkan terhadap kerja yang harus kita berikan, maka sudah pasti kita berharap COP yang dipunyai dari sistem kita adalah sebesar-besarnya. Diketahuinya nilai COP dapat menjadi suatu pertimbangan bagi konsumen untuk mengoperasikan alat yang ada. Apabila ingin melakukan penghematan daya listrik sebaiknya mengoperasikan pada keadaan COP tertinggi tetapi bila yang diinginkan adalah nilai temperature evaporasi untuk menjaga suatu produk maka sebaiknya dioperasikan pada tekanan rendah yang dapat mencapai nilai temperature evaporasi paling rendah.   Untuk lebih lengkapnya download hysys analisis  

Tuesday, March 4, 2014

Small Scale LNG Developments

Small scale LNG developments
With a little over a year to go before the tightening of maritime emission controls in northern Europe and North America, the momentum behind LNG as a marine fuel is going from strength to strength.
There is a multitude of prospective market participants at each part of the LNG marine supply chain. While many still have a way to go to firm up their market positions, some Scandinavian companies are building on their first mover status and setting a blueprint for the wider industry.
While there will always be some geographic specificities, the challenges these companies are overcoming will be echoed across all emerging LNG bunker markets.
LNG bunker developments are happening. Deals are being done. The pace of development will be gradual but the wave is building and the signs for a large market are there.

Europe blazes small scale LNG trail
From the multiple islands off the coast of Japan to the vast land mass across North America, there is increasing interest in the opportunities from emerging small scale LNG supply chains.
Whereas niche small scale LNG demand has been present in various isolated scenarios for some time, the forthcoming maritime emission regulations in northern Europe and North America are driving an anticipated step-change in the global small scale outlook.
The worldwide potential for LNG as a marine fuel could potentially reach more than 30 milion tpa by 2025, according to Paris-based integrated energy supplier GDF SUEZ, placing this specific aggregated 'small scale' segment on a par with the combined amount of LNG imported by China and India last year.
While bullish forecasts of the size of the market come with a series of disclaimers, not least due to the predominant 'wait-and-see' attitude of most prospective market participants, the opportunities for infrastructure investors and traders are both numerous and fraught with risks.
Tightening legislative controls of sulfur content in marine fuels in Europe and North America to 0.1% from 1% from the start of 2015 are setting the scene for LNG as a marine fuel to compete directly with refined fuel oil bunkers.
Additionally, a 0.5% sulfur limit - set to be rolled out globally by 2020 - means this demand is unlikely to be confined to these regions.
Low natural gas hub prices in Europe and North America compared with global LNG levels, coupled with high fuel oil prices, help counterparties on both sides of the negotiating table for LNG bunkering gain sufficient margins to close deals. It is in these regions that LNG as marine fuel are starting to take off.
The small but growing pool of LNG bunker projects in North America and northern Europe are seen as a blueprint for others. However, in Europe, like elsewhere, a series of challenges are being dealt with to varying degrees of success.

Economies of scale

One of the challenges involves adapting facilities and cost structures designed to cater solely for conventional LNG trade to the small scale trade.
The €750 000 (US$ 1.01 million) fixed cost of a berthing slot at Zeebrugge, for instance, is the same regardless of the vessel size.
This could be justifiable when a company is importing or re-exporting a conventional cargo, but with a 7500 m3 vessel it becomes cost prohibitive.
While Zeebrugge and Gate have proved the technical possibilities to berth small scale vessels, the terminals are improving the cost involved by specifically designing break-bulk facilities for the small scale trade.
In October, Zeebrugge started construction of a second jetty to accommodate ships as small as 2000 m3 from 2015 onwards. Zeebrugge capacity holder GDF SUEZ has been awarded with the additional berthing and long-term storage capacity associated with the new jetty, which it intends to use to reload small LNG carriers, such as LNG feeders and LNG bunkering vessels.
Insufficient firm commitments thus far, however, have prevented the Gate LNG terminal from sanctioning its planned break-bulk infrastructure.
Gate, nonetheless, has both imported and re-exported small scale volumes in September using its existing conventional-sized jetty and will continue to do so until a new small scale jetty is sanctioned.
Current berthing slots at Gate are more competitive than at Zeebrugge, according to market sources, underscoring the success of AGA Gas in securing two small scale LNG supply contracts from Gate LNG capacity holders. The first was with Dutch utility Eneco announced over the summer, beginning with a three-cargo string in September.
The second, which is in the final stages of negotiations, would see AGA Gas start receiving more volumes from Gate starting from 1 July 2014 from another capacity holder. Bank of America Merrill Lynch has previously said it has a supply agreement with a Scandinavian buyer starting in 2014 for which it has sourced Gate LNG volumes and sub-chartered a small scale LNG vessel.
The second supply agreement from Gate was concluded at a 100% TTF hub index price formula, ICIS understands, similar to the Eneco arrangement and comes in addition to a previous oil indexed small scale agreement that AGA Gas has with Norwegian small scale supplier Skangass.
The fixed premium to TTF would cover storage, berthing slots and LNG mark-up and is thought to be greater than US$ 2 - 3/ million Btu in total. The mark-up involved in any re-exports from Gate has to cover the initial purchase costs of the LNG into Gate, which can already be at above the hub price, a trading source added.

Written by Ludovic Aldersley, Global LNG Markets Deputy Editor, ICIS.
Edited by Callum O'Reilly
Published on 15/11/2013
Source : http://www.lngindustry.com/news/special-reports/articles/Small_scale_LNG_developments_446.aspx#.U3RJTLEqt2F


Small scale LNG developments (part two)

Demand clusters needed

The opening up of Gate to small scale business does not just reflect demand to source LNG from Gate, it has also allowed Skangass the opportunity to use the terminal as a supplementary storage base for its own liquefaction volumes from Risavika.
Skangass delivered five cargoes on board the 16 000 m3 Coral Energy between July and October, according to Gate LNG. The company has a number of regional customers and is set to increase its delivery schedule with the start-up of its fully owned receiving terminal in Lyeskil, western Sweden, in 2014 where it has sold 200 000 tpy - or two thirds of its Risavika production - to local refiner Preem. A source said the extra storage space at Gate would enable Skangass to accommodate its peak deliveries. Skangass has also been looking at buying volumes not just from Gate, but also from the Snohvit plant.
While another Swedish import project in Gothenburg is also progressing towards its final investment decision (FID), political momentum is strengthening behind a string of three to five small scale projects in Finland.
The storage capacities of the Finnish receiving terminals are understood to range from 10 000 m3 to 370 000 m3, although there would be scope for expansions as more gas-intensive activity develops. With the demand for small scale LNG often due to a lack of pipeline infrastructure, the receiving terminals need to be adjacent to a company that can take the baseload boil-off capacity while the rest of the LNG is re-packaged and sold elsewhere.
“Logistically it has to be quite a tight operation,” one terminal owner said.
Different demand clusters are needed throughout the supply chain to ensure sufficient offtake at every step along the process.
While Scandinavian demand is slowly taking shape, there are still missing parts of the supply chain, with a lack of investment in feeder vessels as a particular cause for concern. At US$ 20 million, feeder vessels are seen as expensive, and without a basket of customers to make use of the vessel, it becomes difficult to justify that investment, sources said.

Stop-gap trucking measures

With 40 vessels under construction to take LNG as a fuel, but hardly any feeder vessels to provide those bunkers, trucks are considered as capable of filling part of the void, but not for all vessel types, according to shipping consultant David Bull.
Although trucks are currently used to load LNG bunkers onto small vessels, the most efficient way of providing bunkers to large vessels such as ferries or containerships is via a ship-to-ship transfer. The transfer time is commercially important as ferries in particular need quick turnarounds in port. Truck-to-ship transfers can be conducted at a versatile number of locations, but if more than five truck loads are needed to fill a vessel, the manoeuvre starts to lose its commercial viability, Bull said.
Part of the break-bulk ambitions of the Gate LNG terminal include truck-loading services, with requests for proposals due in the first quarter of 2014. Zeebrugge already offers the service and expects to load around 500 trucks this year, an increase from 300 in 2012 and 65 in the previous year, according to terminal operator Fluxys.
In a bid to secure yet more trucking business - given it is still a long way from its 4000/year or 15/day capacity - the operator has now decided to offer a more flexible service in an auction for 2014 and 2015 truck capacity ending on 7 November. Whereas trucks were previously only able to load from 09:00-17:00 hours local time on weekdays, the company said the service from next year will be available 24/7.
GDF SUEZ has a 12-year agreement with Shell Gasnor to supply it with 7.5TWh (500,000 tonnes per annum) from Zeebrugge on board trucks that started in January 2013. In most of Europe, trucks cannot legally carry more than 24 t, or approximately 55 m3, at a time.

Global appetite

There are signs that the critical minimum of investment in the supply chain will not be ready in Europe by 2015 to warrant the 4.3 million tpy base-case projection to 2020 of an EU-funded study last year.
Speaking at a recent conference in Rotterdam, Andrew Clifton of the Society for Gas as a Marine Fuel, indicated a standardised set of rules and regulations on the subject known as the IGF code will now not come into force before July 2017 at the earliest.
He added the interim guidelines are not mandatory and that “many major issues” are yet to be agreed on, reiterating earlier concerns on the discrepancies in the timelines of regulators.
Outside of Europe, Singapore in particular is keen to rapidly develop its attributes as an LNG hub and has started work on assessing how to best offer LNG bunkering.
Most LNG bunkers will only be used inside ECAs until global regulations tighten, but buyers such as the United Arab Shipping Co. (UASC) that are aiming to deploy LNG ready vessels from Asia to Europe from late 2014, would be interested in taking LNG bunkers before entering ECAs. UASC has placed a US$ 2 billion order for 10 large 'LNG-ready' containerships, which when in LNG bunker mode would likely consume much more than any current ship on the water, according to Bull.

Written by Ludovic Aldersley, Global LNG Markets Deputy Editor, ICIS.
Edited by Callum O'Reilly
Published on 18/11/2013
Source : http://www.lngindustry.com/news/special-reports/articles/Small_scale_LNG_developments_part_two_447.aspx#.U3RJS7Eqt2F

Tuesday, February 11, 2014

Evaporator

 

EVAPORATOR

OPERASI TEKNIK KIMIA : II

Oleh :

MELLY CHANDRA FRAYEKTI

6512010015

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK PENGOLAHAN GAS

LNG ACADEMY

PT BADAK LNG – POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

 

Pendahuluan

  1. I. Latar Belakang
Evaporator merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di industri kimia untuk memekatkan suatu larutan. Peristiwa yang terjadi pada proses di evaporator adalah evaporasi. Sedangkan pengertian evaporasi sendiri merupakan proses perubahan molekul yang memiliki fasa cair dengan spontan menjadi fasa gas. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Aplikasi dari evaporasi pun sangat bermacam-macam. Hampir seluruh proses di industri menggunakan prinsip evaporasi sebagai salah satu proses yang ditempuh untuk menghasilkan suatu produk. Salah satunya, PT Badak LNG yang merupakan salah satu perusahaan dalam bidang migas khususnya LNG kelas dunia ini pun juga menggunakannya. Proses evaporasi ini salah satu proses yang sangat penting dalam proses pencairan gas alam menjadi LNG. Mulai dari proses dari Plant-1 yang merupakan unit CO2 removal hingga siklus refrijerasi yang merupakan salah satu kunci penting dalam pendinginan dan pencairan gas alam terdapat proses evaporasi sebagai salah satu proses dari siklus tersebut.  
  1. II. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan evaporasi?
    2. Apa yang dimaksud dengan evaporator?
    3. Bagaimakah prinsip kerja dari evaporator?
    4. Apa saja kah tipe-tipe dari evaporator?
    5. Bagaimana rangkaian peralatan dari evaporator?
    6. Apa sajakah aplikasi dari evaporator?
 
  1. III. Tujuan
    1. Untuk mengetahui dasar teori mengenai evaporasi.
    2. Untuk mengetahui dasar teori mengenai evaporator.
    3. Untuk mengetahui tentang prinsip kerja dari evaporator.
    4. Untuk mengetahui tipe-tipe dari evaporator.
    5. Untuk mengetahun rangkaian peralatan dari evaporator.
    6. Untuk mengetahui aplikasi dari evaporator.
                               

Pembahasan

  1. I. Dasar Teori
Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Tujuan dari evaporasi itu sendiri yaitu untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi , pelarutnya adalah air. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair, kadang-kadang zat cair yang sangat viskos, dan bukan zat padat. Begitu pula, evaporasi berbeda dengan distilasi, karena disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun uap itu merupakan campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Biasanya dalam evaporasi, zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung :
  1. Interface evaporation, yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan.
  2. Vertikal vapour transfers, yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).
  Besar kecilnya penguapan dari permukaan air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
  1. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya)
  2. Tekanan udara
  3. Kedalaman dan luas permukaan, semakin luas semakin besar penguapannya
    1. Kualitas air, semakin banyak unsur kimia, biologi dan fisika, penguapan semakin kecil.
    2. Kecepatan angin
    3. Topografi, semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil
    4. Sinar matahari
    5. Temparatur
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. Long, 1995). Panas dapat disuplai dengan berbagai cara, diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi didasarkan pada proses pendidihan secara intensif, yaitu : - Pemberian panas ke dalam cairan. Makin tinggi pressure makin besar panas yang dibutuhkan jadi pressure perlu diturunkan untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimal. - Pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Peristiwa bubbling yaitu terbentuknya nukleat sebagai awal pembentukan gelembung. - Pemisahan uap dari cairan.   Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. Mc Cabe, 1999). Perbedaan evaporasi dengan proses lain adalah:
  • Evaporasi dengan pengeringan.
Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadang-kadang zat cair yang sangat viskos – dan bukan zat padat. Perbedaan lainnya adalah, pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak, sedangkan pada pengeringan sedikit.
  • Evaporasi dengan distilasi.
Evaporasi berbeda pula dari distilasi, karena uapnya biasa dalam komponen tunggal, dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Selain itu, evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil, seperti air, dari pengotor nonvolatil. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil.
  • Evaporasi dengan kristalisasi.
Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal.   Faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan evaporasi antara lain :
  1. Suhu; walaupun cairan bisa evaporasi di bawah suhu titik didihnya, namun prosesnya akan cepat terjadi ketika suhu di sekeliling lebih tinggi. Hal ini terjadi karena evaporasi menyerap kalor laten dari sekelilingnya. Dengan demikian, semakin hangat suhu sekeliling semakin banyak jumlah kalor yang terserap untuk mempercepat evaporasi.
  2. Kelembapan udara; jika kelembapan udara kurang, berarti udara sekitar kering. Semakin kering udara (sedikitnya kandungan uap air di dalam udara) semakin cepat evaporasi terjadi. Contohnya, tetesan air yang berada di kepingan gelas di ruang terbuka lebih cepat terevaporasi lebih cepat daripada tetesan air di dalam botol gelas. Hal ini menjelaskan mengapa pakaian lebih cepat kering di daerah kelembapan udaranya rendah.
  3. Tekanan; semakin besar tekanan yang dialami semakin lambat evaporasi terjadi. Pada tetesan air yang berada di gelas botol yang udaranya telah dikosongkan (tekanan udara berkurang), maka akan cepat terevaporasi.
  4. Gerakan udara; pakaian akan lebih cepat kering ketika berada di ruang yang sirkulasi udara atau angin lancar karena membantu pergerakan molekul air. Hal ini sama saja dengan mengurangi kelembapan udara.
  5. Sifat cairan; cairan dengan titik didih yang rendah terevaporasi lebih cepat daripada cairan yang titik didihnya besar. Contoh, raksa dengan titik didih 357°C lebih susah terevapporasi daripada eter yang titik didihnya 35°C.
  Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain. Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, yaitu untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondensor (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatile (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.    
  1. II. Prinsip Kerja
Evaporator adalah alat untuk mengevaporasi larutan sehingga prinsip kerjanya merupakan prinsip kerja atau cara kerja dari evaporasi itu sendiri. Prinsip kerjanya dengan penambahan kalor atau panas untuk memekatkan suatu larutan yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat serta memiliki konsentrasi yang tinggi.
  1. Pemekatan larutan didasarkan pada perbedaan titik didih yang sangat besar antara zat-zatnya.
  2. Titik didih cairan murni dipengaruhi oleh tekanan.
  3. Dijalankan pada suhu yang lebih rendah dari titik didih normal.
  4. Titik didih cairan yang mengandung zat tidak mudah menguap (misalnya: gula)akan tergantung tekanan dan kadar zattersebut.
  5. Beda titik didih larutan dan titik didih cairan murni disebut Kenaikan titik didih (boiling)
Proses evaporasi dengan skala komersial di dalam industri kimia dilakukan dengan peralatan yang namanya evaporator. Ada empat komponen dasar yang dibutuhkan dalam evaporasi yaitu : Evaporator, kondensor , injeksi uap, dan perangkap uap.
  1. Kondensor: Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida
  2. Injeksi uap:
  3. Perangkap uap: Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut pada titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada evaporasi biasanya hanya terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya tidak diadakan usaha untuk memisahkan komponen-komponennya.
   
  1. III. Tipe-tipe
  • Tipe evaporator berdasarkan banyak proses:
  1. Evaporator efek tunggal (single effect)
Yang dimaksud dengan single effect adalah bahwa produk hanya melalui satu buah ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu luas permukaan pindah panas.
  1. Evaporator efek ganda
Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat atau lebih dalam sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek majemuk. Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip pada penggunaan uap yang dihasilkan dari evaporator sebelumnya. Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah untuk menghemat panas secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat mengurangi ongkos produksi. Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan penghematan yaitu dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari alat penguapan untuk memberikan panas pada alat penguapan lain dan dengan memadatkan kembali uap tersebut. Apabila dibandingkan antara alat penguapan n-efek, kebutuhan uap diperkirakan 1/n kali, dan permukaan pindah panas berukuran n-kali dari pada yang dibutuhkan untuk alat penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama. Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu : a. Evaporator Pengumpan Muka (Forward-feed) b. Evaporator Pengumpan Belakang (Backward-feed) c. Evaporator Pengumpan Sejajar (Parallel-feed)
  • Tipe evaporator berdasarkan bentuknya: 1. Evaporator Sirkulasi Alami/paksa
Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan memanfaatkan sirkulasi yang terjadi akibat perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Pada evaporator tabung, saat air mulai mendidih, maka buih air akan naik ke permukaan dan memulai sirkulasi yang mengakibatkan pemisahan liquid dan uap air di bagian atas dari tabung pemanas.Jumlah evaporasi bergantung dari perbedaan temperatur uap dengan larutan. Sering kali pendidihan mengakibatkan sistem kering, Untuk menghidari hal ini dapat digunakan sirkulasi paksa, yaitu dengan manambahkan pompa untuk meningkatkan tekanan dan sirkulasi sehingga pendidihan tidak terjadi. 2. Falling Film Evaporator Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi dengan jaket uap (steam jacket). Distribusi larutan yang seragam sangat penting. Larutan masuk dan memperoleh gaya gerak karena arah larutan yang menurun. Kecepatan gerakan larutan akan mempengaruhi karakteristik medium pemanas yag juga mengalir menurun. Tipe ini cocok untuk menangani larutan kental sehingga sering digunakan untuk industri kimia, makanan, dan fermentasi. 3. Rising Film (Long Tube Vertical) Evaporator Pada evaporator tipe ini, pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan sumber panas berasal dari luar tabung (biasanya uap). Buih air akan timbul dan menimbulkan sirkulasi. 4. Plate Evaporator Mempunyai luas permukaan yang besar, Plate biasanya tidak rata dan ditopangoleh bingkai (frame). Uap mengalir melalui ruang-ruang di antara plate. Uap mengalir secara co-current dan counter current terhadap larutan. Larutan dan uap masuk ke separasi yang nantinya uap akan disalurkan ke condenser. Eveporator jenis ini sering dipakai pada industri susu dan fermntasi karena fleksibilitas ruangan. Tidak efektif untuk larutan kental dan padatan
  1. Multi-effect Evaporator
Menggunakan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Semakin banyak tahap maka semakin rendah konsumsi energinya. Biasanya maksimal terdiri dari tujuh tahap, bila lebih seringkali ditemui biaya pembuatan melebihi penghematan energi. Ada dua tipe aliran, aliran maju dimana larutan masuk dari tahap paling panas ke yang lebih rendah, dan aliran mundur yang merupakan kebalikan dari aliran maju. Cocok untuk menangani produk yang sensitive terhadap panas seperti enzim dan protein.  
  1. Horizontal-tabung Evaporator
Evaporator horisontal-tabung merupakan pengembangan dari panci terbuka, di mana panci tertutup dalam, umumnya dalam silinder vertikal. Tabung pemanas disusun dalam bundel horisontal direndam dalam cairan di bagian bawah silinder. Sirkulasi cairan agak miskin dalam jenis evaporator.  
  1. Vertikal-tabung Evaporator
Dengan menggunakan tabung vertikal, bukan horizontal, sirkulasi alami dari cairan dipanaskan dapat dibuat untuk memberikan transfer panas yang baik. Gambar 8.4 Evaporator (a) tipe keranjang (b) tabung panjang (c) dipaksa sirkulasi  
  • Tipe evaporator berdasarkan metode pemanasan:
  1. Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang menyala di bawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.
  2. Direct fired evaporator adalah evaporator dengan pengapian langsung dimana api dan pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk memanaskan.
  3. Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondensasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang mendidih.
    1. IV. Rangkaian Peralatan
Evaporator single effects   Evaporator efek ganda   Falling Film Evaporator  
 
    Rising Film Evaporator   Plate Evaporator   A = Product B = Concentrate C = Condensate D = Heating steam E = Vapour 1 = Main separator 2 = Pre-separator 3 = Plate calandria
  1. V. Aplikasi
Aplikasi dari evaporator antrara lain digunakan pada pabrik gula, pabrik, garam, industri bahan kimia, industri makanan dan minuman, dan kilang minyak. Proses evaporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin. Kegunaan utama dari evaporator adalah menguapkan air pada larutan sehingga larutan memiliki konsentrasi tertentu. Pada industri makanan dan minuman, agar memiliki mutu yang sama pada jangka waktu yang lama, dibutuhkan evaporasi. Misalnya untuk pengawetan adalah pembuatan susu kental manis. Evaporasi merupakan satu unit operasi yang penting dan biasa dipakai dalam industri kimia dan mineral, misalnya industri aluminium dan gula. Evaporator juga digunakan untuk mengolah limbah radioaktif cair. Kegunaan lainnya adalah mendaur ulang pelarut mahal seperti hexane ataupun sodium hydroxide pada kraft pulping bisa juga untuk menguapkan limbah agar proses penanganan limbah lebih murah. Contoh-contoh Operasi Evaporasi dalam Industri Kimia lainnya yaitu : Pemekatan larutan NaOH, Pemekatan larutan KNO3, Pemekatan larutan NaCL, Pemekatan larutan nitrat dan lain-lain.                                      

Penutup

Kesimpulan Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Aplikasi dari evaporator antrara lain digunakan pada pabrik gula, pabrik, garam, industri bahan kimia, industri makanan dan minuman, dan kilang minyak.                                      

Daftar Pustaka

http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html http://id.wikipedia.org/wiki/Evaporator http://www.angelfire.com/ak5/process_control/evaporasi.htm http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8885-2306100604-Chapter1.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan http://www.scribd.com/doc/85581188/Makalah#download http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html http://tulisandicky.blog.friendster.com/ http://www.acehforum.or.id/evaporator-t13417.html?s=b07100390ca72af272e405d9f04445d0& http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologi-proses/pelaksanaan proses-evaporasi/ Hui YH. 2006. Handbook of Food Science, Technology, and Engineering, Volume 3. Boca Raton: Taylor & Francis Group. Hal:102-11. Mc Cabe, Warren L. 1993. Operasi Teknik Kimia Jilid 1. Jakarta :Penerbit Erlangga   untuk lebih lengkapnya dapat di download Makalah Evaporator Melly

Wednesday, October 23, 2013

Gas Processing Squad, LNG Academy

DSC01890 DSC01891 DSC01889 Akhirnya setelah sekian banyak kali foto dikilang dapet file foto yang bisa diupload LOL. Ini ceritanya lagi observasi lapangan ketika lagi ada perbaikan di Main Heat Exchanger yang diindikasi ada kebocoran di tube-tube nya. Makasih Pak Arif file fotonya~ hahaha

Tuesday, October 15, 2013

9 cara agar senior jatuh cinta kepadamu, - a crazy little thing called love-

after a long long long time~ akhirnya bisa mampir ke sini buat posting lagii~ haha tiba-tiba di tengah pelajaran gini gue keinget sama buku di film a crazy little thing called love yang judulnya 9 cara agar senior jatuh cinta kepadamu atau resep cinta Kalo bukan karena ada bang mario di film ini, gue ga bakal bahas dah di blog hehe Oke langsung cus aja yaa bahas tentang buku ini menurut apa yang gue tonton di film tersebut sebelum masuk ke pembahasan buku, ini ada cuplikan kata-kata dari film tersebut
“kita semua”
“memiliki seseorang yang tersembunyi di dasar hati”
“Ketika kita berpikir tentang dia, kita akan merasa seperti… umm ….”
“Selalu merasa sedikit sakit di dalam”
“Tapi kita masih ingin mempertahankan dia”
“Meskipun aku tidak tahu di mana dia sekarang ..”
“Apa yang dia lakukan”
“Tapi dia adalah orang yang membuatku mengetahui hal ini..”
…..
…..
“Hal-hal gila, yang disebut CINTA” (a crazy little thing called love)
Metode #1 

– Sebuah kepercayaan dari Yunani Pergi ke tempat di mana lo bisa melihat banyak bintang di langit, Kemudian gunain jari lo untuk menggambar garis yang ngehubungin bintang-bintang sebagai singkatan dari si doi.   

Metode #2 

– Metode lama dari suku Maya Kita harus berkonsentrasi pada pikiran kita kemudian lihat orang yang kita cintai. Coba buat mengendalikan pikirannya dan katakan padanya buat ngelakuin hal-hal yang kita ingin (kayak ngehipnotis). Jika dia ngikutin perintah kita, itu berarti bahwa dia adalah jodoh kita.  

Metode #3 

– Dari Skotlandia Diam-diam berikanlah hal-hal yang punya arti dari hati kepadanya. Dia ga harus tahu siapa yang memberikan hadiah itu kepadanya sehingga target akan tahu bahwa ada seseorang yang tertarik padanya.  

 I think they didn't mention the 4th, 5th and 6th method -__-  

Metode #7 

– Dari Gipsi Cinta harus membangun diri sendiri. Gunakan kekuatan cinta untuk membuat kita lebih cerdas, lebih indah dan lebih baik dalam segala hal. Dia akan melihat kembali pada kita akhirnya.  

 I think they didn't mention the 8th method too -__-  

Metode #9

Jika lo pengin ngelakuin karena cinta, lakuin semuanya dengan hati lo. Orang yang lo cintai akan datang ke elo akhirnya   Pada awalnya memang disebutkan hanya ada 9 resep cinta. Tapi ada satu tambahan metode yang gue rasa inilah yang sangat penting...  

Metode #10 

– Dari Thailand Katakanlah dengan sangat tulus bagaimana perasaan lo ke dia.

Thursday, October 10, 2013

Analisis Control Variable pada Kolom Distilasi

Nama : Melly Chandra Frayekti NIM : 6512010015 Kelas : LNG Academy
Mata Kuliah : Teknik Pengolahan Gas
 
Kolom distilasi merupakan salah satu equipment penting yang ada di kilang Badak LNG yang memiliki pengaruh besar dalam proses. Fungsi dari kolom distilasi adalah memisahkan suatu komponen dari campuran, contohnya depropanizer yang memiliki fungsi memisahkan propana dari fraksi berat lainnya di campuran gas alam. Pemisahan ini terjadi berdasarkan konsep perbedaan volatilitas ( kemudahan untuk menguap). Rangkaian dari sistem pemisahan ini digambarkan secara umum sebagai berikut.
  rangkaian kolom distilasi   
Kolom distilasi memiliki dua fungsi. Pertama yaitu memisahkan feed yang masuk menjadi dua yaitu top product dan bottom product. Yang kedua adalah untuk menjaga agar campuran kedua fasa vapor dan liquid ( yang mengalir secara counter current ) agar seimbang sehingga pemisahannya menjadi lebih sempurna. Top product akan meninggalkan kolom dan masuk ke condenser untuk dikondensasikan. Vapor yang menjadi liquid akan dikumpulkan di akumulator. Sebagian liquid akan dikembalikan ke kolom distilasi sebagai reflux dan sebagian lagi sebagai overhead product atau distillate. Bottom product yang berupa liquid keluar dari bawah kolom dan dipanaskan oleh reboiler. Sebagian liquid akan menjadi vapor dan dikembalikan ke kolom distilasi. Sedangkan sebagian lagi liquid tersebut akan dikeluarkan sebagai bottom product atau residue. Pada umumnya bahan yang akan dipisahkan (feed) dimasukkan ke dalam kolom melalui bagian samping kolom tersebut. Komponen yang lebih ringan akan menguap menjadi vapor dan naik ke bagian atas (overhead) kolom , sedangkan komponen yang lebih berat berbentuk liquid akan jatuh ke bagian bawah (bottom) kolom. Agar pemisahan dapat terjadi secara efektif, maka kedua fasa vapor dan liquid harus ada sepanjang kolom. Untuk menjaga tercapainya kondisi seperti ini, maka kondisi operasi kolom harus dijaga dengan menggunakan sistem kontrol.

Pemodelan Hysys

  aspen hysys 
Dengan menggunakan software Aspen HYSYS dibuat pemodelan dari kolom distilasi depropanizer dengan data-data berikut:
Feed
distilate
bottom
Component Feed mols feed mols % mol mol % mol mol %
C2
0,477
0,061
0,477
0,150
0,000
0,000
C3
308,194
39,406
307,270
96,500
0,925
0,199
iC4
143,156
18,304
10,667
3,350
132,488
28,573
nC4
200,304
25,611
0,000
0,000
200,304
43,198
iC5
53,198
6,802
0,000
0,000
53,198
11,473
nC5
32,762
4,189
0,000
0,000
32,762
7,066
C6
44,009
5,627
0,000
0,000
44,009
9,491
Total Flowrate
782,100
100,000
318,414
100,000
463,686
100,000


Ditentukan purity dari depropanizer 96,5% sedangkan untuk recovery nya sebesar 99,7%. Besarnya purity tersebut berarti seberapa murni distillate tersebut sebagai top product yang mengandung propana sebagai komponen yang ingin dipisahkan dari campuran. Sedangkan recovery menunjukkan besarnya propana yang menjadi top product. Semakin besar recovery berarti menunjukkan semakin sedikit propana yang terbawa sebagai bottom product. Untuk bisa mendapatkan product dari depropanizer dengan purity dan recovery di atas, kita perlu mengatur kondisi operasi dari kolom distilasi.

Condenser Temperature
Pada pemodelan hysys di atas digunakan temperatur 40oC. Temperatur dari condenser ini tergantung dari media pendingin yang digunakan. Diasumsikan pada depropanizer digunakan air laut dengan temperatur 30oC sebagai media pendingin. Dengan rule of thumb , temperatur dari condenser adalah temperatur media pendingin ditambah 10oC. Hal tersebut karena air laut hanya dapat mendinginkan fluida proses hingga 10oC di atas temperatur dirinya sendiri. Jika temperatur dari condenser ini kita naikkan nilainya akan berpengaruh pada purity dari top product. Hal tersebut dapat mengurangi purity dari top product karena vapor keluaran dari kolom distilasi tidak dapat terkondensasi secara sempurna. Semakin dingin temperatur dari condenser dapat menambah purity dari distillate karena vapor keluaran dari kolom distilasi terkondensasi secara sempurna sehingga fraksi berat yang terbawa juga terkondens menjadi liquid dan dapat dikembalikan ke kolom distilasi sebagai reflux sehingga dapat menambah kemurnian dari distillate.  

Reboiler Temperature
Fungsi dari reboiler adalah mengatur suhu atau panas dari kolom distilasi. Hal tersebut berhubungan dengan volatilitas dari feed. Suhu dari reboiler diatur sesuai dengan boiling point dari campuran agar propana sebagai komponen yang ingin dipisahkan dapat teruapkan ke atas dan komponen lainnya tetap berada pada kondisi liquid dan menjadi bottom product. Liquid keluaran dari kolom distilasi dipanaskan oleh reboiler agar fraksi ringan yang masih terbawa oleh liquid dapat menguap dan dikembalikan ke kolom distilasi. Jika temperatur dari reboiler ini terlalu rendah menyebabkan fraksi ringan atau dalam kasus ini adalah propana yang ingin kita pisahkan menjadi terbawa ke bottom product. Hal tersebut mengurangi besarnya purity maupun recovery. Sebaliknya jika temperatur dari reboiler ini terlalu tinggi dapat menyebabkan fraksi berat ikut teruapkan sehingga dapat terbawa ke atas sebagai distillate.  

Minimum Stage Number
Dalam mendesain suatu kolom distilasi, salah satu yang diperhatikan adalah perhitungan dari stage minimum yang dibutuhkan dari kolom distilasi tersebut. Jumlah dari banyaknya tray tersebut jelas berpengaruh terhadap capital cost dan juga kemurnian suatu produk. Semakin banyak stage dari kolom distilasi membuat kolom distilasi semakin tinggi dan juga capital cost yang semakin besar. Tetapi di sisi lain hal tersebut dapat menambah kemurnian suatu produk karena area permukaan kontak semakin luas sehingga propana yang ingin kita pisahkan semakin murni. Untuk bisa mendapatkan kemurnian distillate yang tinggi tetapi menekan capital cost, kita harus dapat mengkombinasikan beberapa faktor yang berpengaruh dari purity distillate dalam mendesain kolom distilasi. Sehingga kita akan tetap bisa mendapatkan distillate yang murni tetapi dengan biaya investasi pembuatan kolom distilasi yang minimum. Salah satu contoh caranya seperti menggunakan media pendingin yang memiliki temperatur yang cukup untuk mengkondensasikan vapor keluaran kolom distilasi secara sempurna. Untuk fungsi pressure dari kolom distilasi sendiri sangat dipengaruhi dari temperatur. Jika temperatur dari condenser tinggi akan menyebabkan pressure tinggi, dan juga sebaliknya. Pada pemodelan hysys, pressure condenser dan pressure pada top column dianggap sama karena pressure drop yang diasumsikan sangat kecil. Sedangkan besarnya pressure reboiler dipengaruhi oleh pressure top column. Di mana pada pemodelan hysys tersebut diasumsikan terdapat pressure drop sebesar 50 kPa. Sehingga besarnya pressure reboiler adalah pressure pada top column ditambah 50kPa. Semakin besar pressure pada top column maka semakin besar pula pressure reboiler. Besarnya pressure reboiler mempengaruhi tingginya temperatur reboiler. Sehingga perlu dilakukan perhitungan untuk bisa mendapatkan kondisi operasi yang sesuai agar temperatur reboiler tidak terlalu tinggi ataupun tidak terlalu rendah. Serta perlunya pertimbangan dalam pemilihan media pendingin yang juga dapat berpengaruh pada hal tersebut.        

Saturday, October 5, 2013

Macam Model Rambut Aneh

ini nih ada beberapa model rambut yang menurut gue TER-


 
rambut patung kuda

Ga cuma taman aja yang bisa dihiasin patung. Ternyata kepala manusia sekarang udah compatible buat di pasangin patung kuda. 

 
rambut ala sepeda motor 

Oke, ternyata ga cuma patung kuda. Kepala berharga lo itu juga bisa lo tempelin motor. Ga cuma jadi taman, ternyata kepala juga bisa jadi garasi. 

 
rambut sarang tikus
Oke, kepala emang kayaknya udah alih fungsi boy. Gaya rambut nyentrik selanjutnya adalah ala sarang tikus. Jadi, kepala kesayang lo bisa buat nyimpen tikus. Lo mesti ati-ati kalo ada kucing boy, bisa-bisa kepala lo digigit dikira lo berpihak ama musuh bebuyutannya.
 
rambut sarang lebah 

Masih ada sarang lain yang bisa lo buat di kepala lo. Yap, sarang lebah mungkin tepat buat lo yang hobi makan madu manis jadi kalo lo pengen madu ambil noh di kepala lo (#jayus #garing #abaikan )
  
rambut tomato

Buah ternyata ga cuma bisa dipetik dari pohon tapi juga bisa dipetik dari kepala lo boy. Nice.

 
batman

Mungkin buat fans gila nya batman bisa nih jadi referensi. Siapa tau kalian pengen nunjukin kecintaan kalian ama tuh tokoh tapi belum tau caranya. Lo bisa ngebuat tekstur rambut batman di kepala lo, jadi semua orang bisa ngerti dan paham seberapa lo cinta ama batman :") 
 
nyentrik ala lady gaga

Buat gaya rambut yang ini no comment deh, abis ga jelas juga itu rambut tujuannya apaan -.- Kalo di imajinasi gue nih, mungkin itu ibarat spare kipas kalo sumber listrik padam dan lo ga nemu batre di toko. Jadi kalo lo kepanasan, udah deh kibasin tuh rambut jigrak :v
 
rambut bibir
Awas ati-ati jangan sampe pacar lo salah nyosor ke tuh rambut.

  
rambut ala google
Mungkin ini bisa jadi pesaing berat dari browser yang ada. Lo ga perlu repot-repot bawa gadget buat browsing untuk cari info apapun karena di kepala lo udah ada mbah google yang selalu tau jawaban dari setiap pertanyaan lo.
 
baling
Buat lo yang punya cita-cita pilot tapi ga kesampean lo bisa nih pake rambut ala baling-baling. Yaa, siapa tau aja itu rambut bisa ngebuat lo terbang menggapai cita tak tergapai #tsaaah 

 
munafak

and the last one, buat lo yang munafak. Dari pada lu punya muka dua dan jadi biang munafak mending lu salurin hobi muka dua lo itu lewat rambut lo. Tempel tuh muka kedua lo di kepala lo. wwkwkwkk

Friday, October 4, 2013

Cara Pembuatan Koloid

1. Pembuatan Koloid dengan Metode Dispersi Beberapa metode praktis yang biasa digunakan untuk membuat koloid yang tergolong cara dispersi adalah cara mekanik, cara peptisasi, homogenisasi, dan cara busur listrik bredig.
a. Pembuatan Koloid dengan Cara Mekanik Zat-zat yang berukuran besar dapat direduksi menjadi partikel berukuran koloid melalui penggilingan, pengadukan, penumbukan, dan penggerusan. Zat-zat yang sudah berukuran koloid selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi. Cara mekanik, contohnya pengilingan kacang kedelai pada pembuatan tahu dan kecap. Pembuatan cat di industri, caranya bahan cat digiling kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi, seperti air. Teknik penumbukan dan pengadukan banyak digunakan dalam pembuatan makanan, seperti kue tart dan mayones. Kuning telur, margarin, dan gula pasir yang sudah dihaluskan, kemudian dicampurkan dan diaduk menjadi koloid. Industri makanan, yaitu pada pembuatan es krim, jus buah, selai dan lainnya. Industri kimia, yaitu pada pembuatan cat, zat pewarna, pasta gigi, dan detergen.
b. Pembuatan Koloid dengan Busur Listrik Bredig Arus listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui dua buah elektrode logam (bahan terdispersi). Kemudian, kedua elektrode itu dicelupkan ke dalam air hingga kedua ujung elektrode itu hampir bersentuhan agar terjadi loncatan bunga api listrik. Loncatan bunga api listrik mengakibatkan bahan elektrode teruapkan membentuk atom-atomnya dan larut di dalam medium pendispersi membentuk sol. Perhatikan Gambar 9.19, logam-logam yang dapat membentuk sol dengan cara ini adalah platina, emas, dan perak. Gambar 9.19 Skema alat busur Bredig.
c. Pembuatan Koloid dengan Cara Peptisasi Dispersi koloid dapat juga diperoleh dari suspensi kasar dengan cara memecah partikel-partikel suspensi secara kimia. Kemudian, menambahkan ion-ion sejenis yang dapat diadsorpsi oleh partikel-partikel koloid sampai koloid menjadi stabil. Koagulasi agregat-agregat yang telah membentuk partikel-partikel berukuran koloid dapat dihambat karena adanya ion-ion yang teradsorpsi pada permukaan partikel koloid (Gambar 9.20). Contohnya, tanah lempung pecah menjadi partikel-partikel berukuran koloid jika ditambah NaOH dan akan menjadi koloid jika didispersikan ke dalam air. Partikel-partikel silikat dari tanah lempung akan mengadsorpsi ion-ion OH– dan terbentuk koloid bermuatan negatif yang stabil. Cara ini biasa digunakan pada
1. sol Al(OH)3 dibuat dengan cara menambahkan HCl encer (sedikit) pada endapan Al(OH)3 yang baru dibuat,
2. sol Fe(OH)3 dibuat dengan cara menambahkan FeCl3 pada endapan Fe(OH)3,
3. sol NiS dapat dibuat dengan cara menambahkan H2S pada endapan NiS. d. Pembuatan Koloid dengan Cara Homogenisasi Pembuatan koloid jenis emulsi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penghomogen sampai berukuran koloid. Cara ini digunakan pada pembuatan susu. Partikel lemak dari susu diperkecil sampai berukuran koloid dengan cara melewatkan melalui lubang berpori dengan tekanan tinggi. Jika ukuran partikel sudah sesuai ukuran koloid, selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi.
2. Pembuatan Koloid dengan Metode Kondensasi Ion-ion atau molekul yang berukuran sangat kecil (berukuran larutan sejati) diperbesar menjadi partikel-partikel berukuran koloid. Dengan kata lain, larutan sejati diubah menjadi dispersi koloid. Pembentukan kabut dan awan di udara merupakan contoh pembentukan aerosol cair melalui kondensasi molekul-molekul air membentuk kerumunan (cluster). Cara kondensasi umumnya dilakukan melalui reaksi kimia. Tiga macam reaksi yang dapat menghasilkan kondensasi adalah reaksi hidrolisis, reaksi redoks, dan reaksi metatesis.
a. Pembuatan Koloid dengan Reaksi Metatesis Apabila ke dalam larutan natrium tiosulfat ditambahkan larutan asam klorida akan terbentuk partikel berukuran koloid. Persamaan reaksinya sebagai berikut. Na2S2O3 + 2HCl→2NaCl + H2SO3 + S Partikel berukuran koloid terbentuk akibat belerang beragregat sampai berukuran koloid membentuk sol belerang. Jika konsentrasi pereaksi dan suhu reaksi tidak dikendalikan, dispersi koloid tidak akan terbentuk sebab partikel belerang akan tumbuh terus menjadi suspensi kasar dan mengendap.
b. Pembuatan Koloid dengan Reaksi Redoks Sol emas dapat diperoleh melalui reduksi emas(III) klorida dengan formalin. Persamaan reaksinya sebagai berikut. 2AuCl3 + CH4O + 3H2O→2Au + 6HCl + CH4O2 Awalnya emas terbentuk dalam keadaan atom-atom bebas, kemudian beragregat menjadi berukuran partikel koloid. Partikel koloid distabilkan oleh ion-ion OH– yang teradsorpsi pada reaksinya sebagai berikut. FeCl3 + 3H2O→Fe(OH)3 + 3HCl Ukuran partikel-partikel Fe(OH)3 yang terbentuk lebih besar dari ukuran larutan sejati, tetapi tidak cukup besar untuk mengendap. Selain itu, koloid Fe(OH)3 yang terbentuk distabilkan dengan mengadsorpsi ion-ion Fe3+ dari larutan.
3. Pembuatan Koloid dengan Pengubahan Medium Pendispersi Kondensasi dapat terjadi jika kelarutan zat dikurangi dengan cara mengubah pelarut. Contoh, jika larutan belerang jenuh dalam etanol dituangkan ke dalam air, akan terbentuk sol belerang. Hal ini akibat terjadinya penurunan kelarutan belerang dalam campuran air-etanol. Pembentukan larutan koloid dengan cara mengurangi kelarutan dapat diamati pada saat air ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung indikator fenolftalein. Akibatnya, akan terbentuk koloid yang berwarna putih seperti susu.

Perpindahan Panas : Konduksi

Heat Transfer : Conduction

Conduction Heat Transferred

Unit Fraksinasi dalam Proses LNG

Dalam proses pendinginan dan pencairan LNG, terdapat beberapa tahapan antara lain 
1. Heavy Carbon removal unit Hidrokarbon berat C5+ ke atas dipisahkan dari gas alam. Salah satu media pemisah bisa menggunakan KOD ( Knock Out Drum ) di mana hidrokarbon berat, glikol dan air dipisahkan dari gas alam. Setelah keluar dari KOD, diasumsikan komposisi gas alam menjadi sebagian besar C1 ,lalu C2, C3 , sedikit iC4 dan nC4 kemudian C5+ dalam jumlah yang sangat kecil. 
2. CO2 removal unit Disini impurities gas asam dipisahkan dari gas alam, salah satunya CO2. Ada banyak cara untuk memisahkan kandungan CO2 dari gas alam, antara lain menggunakan solvent (MEA,DEA,MDEA, aMDEA) ataupun teknologi membran. 
3. Water Content removal unit Kandungan air dalam gas alam harus dihilangkan karena dapat mengganggu proses salah satu contohnya freezing point air lebih rendah dari metan sehingga bisa membeku pada suhu cryogenic dan dapat mengalami kebuntuan pada tube-tube. 
4. Mercury removal unit 
5. Fraksinasi Fungsi dari fraksinasi sendiri antara lain : 
a. Purity product. 
b. Memproduksi refrigerant : C1/C2/C3 
c. Remove BTEX ( Benzene Toluene EthylBenzene Xylene )   

Distilasi : pemisahan yang di drive oleh berdasarkan perbedaan titik didih. Semakin sedikit rantai karbon maka titik didih nya semakin kecil.   Dalam pemisahan gas alam didesain pemisahannya urut berdasarkan titik didihnya, agar setting kondisi operasi tidak susah. Tidak perlu menaikkan menurunkan tekanan berulang.   Considerasi dalam setting operasi column antara lain :
  1. Seberapa kemurnian produk yang ingin dicapai.
  2. Cooling media yang digunakan berpengaruh terhadap tekanan dan temperatur operasi.
  3. Other consideration.
  @mellychandraf

Monday, June 24, 2013

Mind Power : Pandangan Lain Mengenai Realitas

 

Setelah membaca buku yang berjudul "MIND POWER" karya John Kehoe banyak sekali hal-hal yang dapat dipetik serta merubah pola pikir saya untuk bisa selalu berpikir positif terhadap suatu hal karena memang pada dasarnya tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin tinggal bagaimana kita untuk bisa membuatnya terwujud. Ilmu kekuatan pikiran, siapapun dapat dengan cepat dan berhasil menguasai dasar-dasar kekuatan pikiran dan secara efektif menerapkannya dalam kehidupannya. Kata kunci yang terpenting adalah sabar dan tekun untuk mempraktekannya secara rutin. Sama halnya dengan belajar bermain gitar, untuk menguasai teknik kekuatan pikiran tidak bisa instan. Latihan yang berulang dan keyakinan yang kuat sangat diperlukan. Dalam bab ini dipaparkan mengenai teori tentang hakikat alam semesta yang terkait dengan kekuatan pikiran. Fisika modern melihat bahwa alam semesta sebagai suatu jaringan aktivitas dinamis tak terpisahkan yang sangat luas. Kita berada di dalamnya dan menjadi bagian darinya yang juga dinamis dan hidup. Realitas adalah sesuatu yang mengalir dan segala sesuatunya adalah bagian dari suatu pola yang senantiasa bergerak yang merupakan energi. Bahkan batu sekalipun merupakan tarian energi. Visualisasi dalam sebuah pikiran bukanlah hanya sebuah lamunan kosong belaka tetapi merupakan proses kreatif yang membantu kitaa mengendalikan dan mengarahkan energi. Memahami sifat energi akan membantu kita dalam memahami pikiran.  

ALAM SEMESTA ADALAH HOLOGRAM RAKSASA Hologram adakah suatu entitas di mana "keseluruhan" terkandung dalam tiap dan semua bagiannya. Sifat dasar realitas itu holografik dan otak juga bekerja secara holografik. Otak adalah sebuah hologram yang menginteerpretasikan alam semesta yang holografik. Teori ini sudah banyak dilontarkan oleh para ahli, contohnya Bohm dan Pribram yang frustasi dengan teori-teori standard yang tidak bisa menyelesaikan suatu fenomena. Kedua orang tersebut yakin bahwa model holografik masuk akal dan mampu menyelesaikan pertanyaannya yang belum terjawab. Dan pada akhirnya mereka mengeluarkan sebuah buku tentang kepercayaan mereka tersebut pada tahun 1970. Terdapat banyak respon yang muncul seperti orang-orang yang rgau dan mencela teori mereka. Tapi tak sedikit pula para fisikawan dan ilmuwan yang bergabung dan mendukung teori mereka.
Proses berpikir kita jauh lebih erat terhubung ke dunia fisik daripada yang kita kira. Peran kesadaran dalam pembentukan realitas fisik.
Pikiran (akal) bisa dan benar-benar berdaampak pada realitas fisik. Kesadaran tidak lain adalah energi dalam bentuknya yang paling baik dan paling dinamis. Jika kita tahu dan memahami bahwa kita adalah bagia dari semesta yang terbuka dan dinamis, dan bahwa pikiran kita memainkan peran menentukan dalam menciptakan realitas, maka kita bisa memilih untuk hidup dengan lebih kreatif dan berdaya.

Thursday, May 30, 2013

Tata Cara Pembayaran LNG Academy

Tahun ini agak sedikit rancu sepertinya buat pembayaran. Semoga informasinya bisa bermanfaat yaa..

BLamWrDCYAAB1vm BLZpX_PCEAMiEQY 

 nb : - tujuan pembayaran diganti menjadi " Pembayaran Registrasi Kerjasama PT Badak" - uang yang dibayarkan nantinya akan dikembalikan baik anda lolos atau tidak pada tahap selanjutnya

Pendaftaran LNG Academy

Ayo buat siswa SMA yang baru lulus daftar LNG Academy 2013. Its so easy boy to register your self. LOL

Informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran udah ada dipost brosur sebelumnya. Di posting kali ini cumaa mau sharing aja mengenai syarat yang sering di tanyakan secara spesifik. Yaitu mengenai syarat nilai UN dan ranking. Jadi ga kedua syarat itu harus terpenuhi tapi cukup salah satu aja.
Untuk nilai UN, kamu harus punya nilai rata-rata minimal 8 untuk mapel Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggis. Tapi ada exception gitu untuk mapel Bahasa Inggris. Nilai UN English HARUS MINIMAL 8. Nilai UN yang dimaksud adalah nilai UN MURNI bukan nilai yang udah digabung sama nilai sekolah (nilai akhir).

Untuk persyaratan ranking, ada dua kategori yang bisa dipilih yaitu ranking regular (kelas) atau pararel (sekolah). Untuk regular maksimal ranking adalah 5 sedangkan untuk pararel maksimal ranking adalah 10. Ranking yang dicantumkan tersebut nantinya harus ada surat rekomendasi dari sekolah.

Selain persyaratan , pertanyaan yang banyak timbul adalah mengenai bagaimana cara pembayarannya. Cara pembayaran pendaftaran LNG Academy ada dua jalan yaitu melalui transfer bank atau ATM. Gampangnya sih dateng aja ke bank, trus minta form untuk pembayaran pendidikan ya hampir sama kalo kita mau bayar kuliah atau awamnya kalo mau daftar di snmptn gitu. Waktu ngisi form jangan lupa buat ngisi username yang udah kamu dapet (114xxx). Kalo kamu yang udah terbiasa pake ATM, lebih gampang lagi. Masuk aja langsung ke Menu-- Bayar/beli-- menu berikutnya -- universitas-- masukin kode untuk PNJ kemudian username kamu (114xxx)
Uang yang kamu transfer nantinya PASTI dikembalikan baik kamu lolos tes administrasi ataupun  tidak. Yang penting jangan lupa waktu daftar ngisi nomor rekening jangan sampai salah ya bbiar bisa balik lagi uangnyaa :D

Oke sekian postingan kali ini mengenai Persyaratan Pendaftaran LNG Academy 2013 dan Tata Cara Pembayaran Pendaftaran.

Friday, May 24, 2013

LNG Academy 2 : Section21

section21 : second generation 21

Nama itu kan doa, dan makna dari nama itu sebenarnya adalah penekanan pada kata second dan 21. Dimana Second adalah kita yang merupakan generasi perintis kedua dari LNG Academy. Dan 21 itu melambangkan jumlah kita yaitu 21 manusia. Yap, dari awal sampai akhir, kita akan selalu commit agar jumlah kita sampai lulus atau gatau sampai kapan harus selalu 21 orang dimana orang-orang tersebut adalah keluarga, keluarga dari Section21. Amin..

Lumayan jarang juga sih aku share tentang kegiatan atau apapun itu lah tentang kelasku. Mungkin boleh kali ya sekarang mumpung lagi ga ada kerjaan dan sambil nunggu istirahat sholat jumat selesai. Just write what's on my mind. LOL

Mereka itu keluarga dengan berbagai karakter dan ciri khas, tapi pada intinya aku tau kalo mereka semua adalah keluarga yang baik. Buahahaha. Lebay siih kedengarannya, tapi ya emang kok. Yaaa, walopun terkadang emosi naik turun ga jelas kalo udah nemuin jalan buntu haha. Tapi ya percaya aja, kita section21 pasti selalu bisa dan akan selalu jadi pemenang. Amin..

Hmm udah lumayan juga aku ngejalanin kuliah di LNG Academy dan udah banyak pengalaman. Berbagai macam pengalaman, pokoknya nano-nano pengalaman aku dapet disini. Dan menurutku ga adil sih kayaknya kalo aku dapat hal-hal yang berguna buatku, tapi aku ga ada feed back.  Yaa, sesuai dengan tugasku sebagai ketua kelas ( pelayan kelas juga bisa, haha) cuma bisa kasih beberapa ide dan project sederhana buat section21.

Mungkin coretan ini lebih ke share dan buat notesku biar inget ama rancangan rencana aja sih hehe
Jadi ada beberapa target untuk ke depannya buat section 21.

1. Jaket Angkatan ( biar lebih keren pake kata angkatan walaupun lebih tepat pake kata kelas, kan kita emang cuma 21 orang -,-)
So far sih udah berjalan dan udah di pesen. Yap, tinggal liat nanti bagaimana hasilnya moga bagus --"

2. Dekorasi kelas
Wajar sih punya kelas yang rapi dan formal berhubung kita emang kuliah di daerah perkantoran gini -,-
tapiii setelah tanya dan dapet persetujuan dari 'beliau' ternyata boleh aja kok kelasnya diisi sesuatu yang berguna. LOL

Rencananya sih yang mau di pasang dikelas yang masih lugu ini antara lain :
- Foto Presiden dan Wakil Presiden
- Lambang Garuda Pancasila
- Visi dan Misi LNG Academy
- Tata tertib LNG Academy
- Artikel mengenai PT Badak ( menyangkut LNG dan budaya Sinergy)
- Struktur Kelas ( Ketua angkatan, Sekretaris, Bendahara, Ketua Jurusan (PG, MR,LI), Anggota)
- Karikatur Kelas (rencana kosong yang gatau bisa atau ga sih --)

3. Uang khas
Penting ga sih ya ini punya uang khas bulanan? haha kaya anak sekolah aja. Tapi ya dipikir perlu juga sih, buat tabungan kalo kita butuh sesuatu dan mungkin bisa juga buat makan bersama. Rencananya sih besar iurannya cuma 10ribu aja kok sebulan :v

4. Kegiatan Sosial bulanan.
Sebenernya bingung juga mau nyebut kegiatan ini apa. Ide ini muncul dari sebuah hukum yang mengatakan bahwa kita wajib menyisihkan 2,5% dari penghasilan untuk zakat( kalo kata antoni sih zakat gaji --' )

nah rencananya mau diadain tiap bulan, besarnya terserah yang penting ikhlas dan hasilnya nanti buat disumbangin gitu ke yayasan panti asuhan atau penerima yang membutuhkan. Semoga bisa bener-bener berjalan dan bermanfaat. Amin..

fyuh udah mulai rame lagi ini kelas,mending stop writting deh haha #abaikan

Tuesday, May 21, 2013

Keadaan Pikiran : Alpha State

Tau ga sih kalo otak kita bekerja pada gelombang yang berbeda? tau kan yang namanya pikiran sadara dan pikiran bawah sadar? Banyak dari kita hanya memakai pikiran sadar, tapi kita salah karena sebenarnya pikiran bawah sadarlah yang memiliki pengaruh yang lebih besar pada kehidupan kita.

Ada dimana otak kita bekerja pada gelombang alpha dan pada saat itu sangatlah baik untuk kita menanamkan hal-hal positif yang kemudian dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Ada lagi sih gelombang tetha, disitu lebih bagus lagi tapi lebih susah untuk berada pada state itu.

Kemaren sempet cari-cari aplikasi buat masuk ke state alpha di app store, dan ternya banyak banget. Dan salah satu yang ku download dan yang paling enak dan paling bekerja adalah aplikasi Magic Mind. Disitu ada banyak sound yang disedian yang bisa ngebuat pikiran kita relaks dan untuk melakukan macem-macem meditasi ataupun hanya sekedar menghantar tidur.